tembang durmo Lingsir Wengi..
tembang yang perna populer gara2 film kuntianak yang dimainin julie estelle yang cantikk.. hehehee...
konon kabarnya tembang tersebut bisa kita jadikan media untuk memanggil mahkluk halus.
setelah gw baca2 artikel2..
gw simpulin bahwa tembang lengser wengi bukanlah tembang yang kebanyakan di pahami masyrakat untuk memanggil kuntilanak, melainkan Tembang yg mencerminkan suasana/sifat keras, sangar, dan suram. Bahkan kadang mengungkapkan hal-hal yg angker dlm kehidupan.
Durmo
Lagu Durmo kembali dinyanyikan
Sewaktu kedua mempelai naik kepelaminan
Tanda akan syahnya suatu perkimpoian
Saatnya keduanya menguatkan tali ikatan
Namun penamaan dari metrum MECAPATDURMO adalah
Durma.
Durma dari kata jawa klasik yang berarti harimau. Sesuai dengan arti itu, tembang Durma berwatak atau biasa diguanakan dalam suasana seram.
berikut ini adalah sebagian Liric dari lagu LINGIR WENGI
"Lingsir wengi sliramu tumeking sirno
Ojo Tangi nggonmu guling
awas jo ngetoro
aku lagi bang wingo wingo
jin setan kang tak utusi
dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet..."
yang artinya :
Menjelang malam, dirimu(bayangmu) mulai sirna...
Jangan terbangun dari tidurmu...
Awas, jangan terlihat (memperlihatkan diri)...
Aku sedang gelisah,
Jin setan ku perintahkan
Jadilah apapun juga,
Namun jangan membawa maut...
Dari lagu di atas, gw menyimpulkan sendiri bahwa tembang Lingsir Wengi bukanlah Tembang untuk memanggil Kuntilanak
klo kita perhatikan liric yg ini "jin setan kang tak utusi
jin setan kang tak utusi
dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet"
yang berarti
"Jin setan ku perintahkan
Jadilah apapun juga,
Namun jangan membawa maut"
seseorang yg menyanyikan lagu tersebut memang memanggil mahkluk halus namun dia memperingatkan kepada mahkluk halus untuk tidak membawa MAUT.
Kamis, 23 April 2009
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)

11 komentar:
nice info ttg tembang ini..hehe
Durma itu adalah salah satu pakem lagu dalam Macapat. Macapat adalah kumpulan lagu Jawa yang mencakup 11 pakem (Dandhanggula, Mijil, Pocung, Megatruh, Gambuh, Sinom, Maskumambang, Pangkur, Durma, Asmarandana, dan Kinanthi)
Durma, disebut sebagai bagian Macapat yang mencerminkan suasana/sifat keras, sangar, dan suram. Bahkan kadang mengungkapkan hal-hal yg angker dlm kehidupan. Cocok tuh, kalo film Kuntilanak mengekspos tembang ini. gue g tau napa mulai suka ma tembang jawa klasik...
Perasaan liriknya bkn gt deh. Tp gak tau lg kl di film diubah. Ni lirik aslinya:
Lingsir wengi
Sepi durung bisa nendra
Kagoda mring wewayang kan ngreridu ati
Kawitane mung sembrono njur kulina
Ra ngira yen bakal nuwuhke tresno
Nanging duh tibane
Aku dhewe kang newahi
Nandang bronto kadung lara
Sambat sambat sapa
Rina wengi sing tak puji aja lali
Janjine muga bisa tak ugemi
Coba dengerin lagu aslinya by Nurhana ato Mas Didi Kempot... :)
mas David777. Betul bnget. .setju bnget. Sip. .mas David777. Betul bnget. .setju bnget. Sip. .
Untuk david777, yang dibahas dalam posting ini adalah syair Lingsir Wengi dalam bentuk tembang, bukan syair lagu campur sari yang dinyanyikan penyanyi campursari. Coba diperhatikan kembali. Terima kasih.
Gan maf, sya kurang stuju dgn pendapat anda.
Yg "klo kita perhatikan liric yg ini
"jin setan kang tak utusi
jin setan kang tak utusi
dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet"
yang berarti "Jin setan ku perintahkan
Jadilah apapun juga,
Namun jangan membawa
maut"
itu mungkin maksud dari "Wojo lelayu sebet (namun jgn membawa maut)" itu adalah tidak membawa maut kepada org yg menyanyikan lagu tersebut mksd sya supaya yg menyanyikan lagu tersebut tidak terkena malapetaka / ganguan dari jin dan setan.
Itu pndpat sya gan. Percaya atau dipercaya ya terserah..
Maf ya gan..
tp lok pas gua dngrin lgu itu pzti mrinding
Syirik kalo percaya..
iy....
thx info.a
Poskan Komentar