translate

Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2009

Salat and Salad

0 komentar
Gus Dur nggak mati akal kalau urusan melucu. Bahkan, guyonan Gus Dur pun juga diucapkan dalam bahasa asing. Suatu ketika Gus Dur bercerita tentang ada seorang pejabat negara ini yang diundang ke luar negeri.

Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, kata Gus Dur, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji, "you like salad, madame?"

"Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, Dzuhur, Asyar, Maghrib and Isya," jawab si Nyonya percaya diri.

Tanggapan

0 komentar
Melempar lelucon bagai tak pernah sirna dari Gus Dur, walau dalam kondisi terdesak sekalipun.

Usai menghadiri Forum Konsolidasi Pemenangan Pilkada Langsung dan Pemilu 2009 di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Semarang, Gus Dur didesak wartawan agar memberikan komentar terkait kemelut PKB pasca Muktamar II. "Bagaimana Gus tanggapannya?" desak wartawan.

Namun, Gus Dur yang sudah hapal kelakuan pers menjawab, "Sudah tidak perlu saya tanggapi. Kalau saya ngomong, sama saja dengan menanggapi," Gus Dur dengan lihai berkelit.

Dasar wartawan, mereka tak pernah patah semangat. Agar Gus Dur terpancing, mereka terus merangsek Ketua Dewan Syura PKB ini. "Ayo Gus tanggapannya?"

Akhirnya karena tak tahan, Gus Dur menyerah dan pernyataan pun terlontar. "Memangnya ini tanggapan (pertunjukan -red). Tanggapan itu ludruk atau wayang," kata Gus Dur santai.

Wartawan pun kecele.

Kuli dan Kyai

0 komentar
Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab.

Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin!

Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: "Lho kenapa Anda berkerumun di sini?"

"Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai."

Siapa yang Mau Beli Pesawat?

0 komentar
Dalam sebuah kunjungan ke Amerika Serikat, pertengahan tahun 2000, Gus Dur antara lain bertemu dengan eksekutif puncak Boeing, industri raksasa pesawat terbang. Orang pun bertanya-tanya, apa pula urusannya Gus Dur dengan pembuat kapal mabur itu? Emangnya dia ahli pesawat terbang seperti Habibie?

Akhirnya Kepala Protokol Istana Presiden Wahyu Muryadi mengungkapkan maksud pertemuan itu: Gus Dur mau beli pesawat kepresidenan, yang selama ini memang tidak pernah dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Kebiasaan Gus Dur tetap ampuh, bikin kontroversial di luar negerim dan menimbulkan reaksi di dalam negeri.

Pers Indonesia pun sibuk mengusut rencana pembelian pesawat yang dirasa waktunya sangat tidak tepat itu, Krisis ekonomi saja sama sekali belum terlihat teratasi, kok sekarang Presiden akan beli pesawat pribadi segala?

Di luar dugaan di Jakarta, Menko Perekonomia Rizal Ramli menegaskan uang untuk membeli pesawat yang diinginkan Gus Dur sudah ada dan siap dibelanjakan. Wah, ini makin ganjil. Hal itulah yang menyebabkan kritik publik makin kencang terdengar.

Sampai akhirnya Gus Dur kembali ke Jakarta. Wartawan pun bertanya, "Gus, mengapa Anda merasa perlu membeli pesawat Boeing itu? Gus Dur pun menjawab, "Lho, siapa yang mau beli pesawat?"

Wahyu Muryadi dan Rizal Ramli "kena batunya." Sudah sibuk-sibuk membuat pembenaran untuk membela rencana Gus Dur, eh yang dibela malah membantahnya.

jin dan tiga manusia

0 komentar
Menurut Gus Dur, pernah ada sebuah kapal berisi penumpang berbagai bangsa karam. Ada tiga orang yang selamat, masing-masing dari Prancis, Amerika dan Indonesia. Mereka terapung-apung di tengah laut dengan hanya mengandalkan sekeping papan.

Tiba-tiba muncul jin yang baik hati. Dia bersimpati pada nasib ketiga bangsa manusia itu, dan menawarkan jasa. "Kalian boleh minta apa saja, akan kupenuhi," kata sang jin. Yang pertama ditanya adalah si orang Prancis.

"Saya ini petugas lembaga sosial di Paris," katanya.
"Banyak orang yang memerlukan tenaga saya. Jado tolonglah saya dikembalikan ke negeri saya." Dalam sekejap, orang itu lenyap, kembali ke negerinya.

"Kamu, orang Amerika, apa permintaanmu?"

"Saya ini pejabat pemerintah. Banyak tugas saya yang terlantar karena kecelakaan ini. Tolonglah saya dikembalikan ke Washington."

"Oke," kata jin, sambil menjentikkan jarinya. Dan orang Amerika lenyap seketika, kembali ke negerinya.

"Nah sekarang tinggal kamu orang Indonesia. Sebut saja apa maumu."

" Duh, Pak Jin, sepi banget disini," keluh si orang Indonesia. "Tolonglah kedua teman saya tadi dikembalikan ke sini."

Zutt, orang Prancis dan Pria Amerika itu muncul lagi. (ahm)
 

nabyl alhani elsuyuthi Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Template